How to research efficiently

  1. Making use of metacognition technique
  2. Value OF Study Routines HAVE Frame of mind & D EFFECTIVE & EFFICIENT LEARNING WHAT IS EFFECTIVE ? LEARNING FUN. SCHEDULED TO GOOD. DO NOT EAT MUCH TIME. YG MAXIMUM RESULTS. WHY STUDENTS NEED TO HAVE THE Mindset OF LEARNING EFFECTIVE & EFFICIENT D? SUCCESS OF PERFECTION
  3. WHY HAVE SCHEDULED & FUN? WORK IN BRAIN WE ALSO AFFECTED BY OUR PHYSICAL CONDITION. PHYSICAL CONDITIONS IF WE TIRED, WE CAN NOT BRAIN WORK WITH MAXIMUM. NO BRAIN IF WE WORK WITH MAXIMUM, D INFORMATION WE CAN NOT ACCEPT WELL MAINTAINED BY OUR MEMORY. CONSEQUENCES OF INFORMATION WE’VE RECEIVED NO D we can use AGAIN WHEN WE NEED.
  4. LEARN TO BE EFFECTIVE night racing and NOT USEFUL FOR STUDENTS
  5. WHAT SHOULD BE EFFECTIVE IN THE Research ?
  6. WATCH YOURSELF HOW emotions? BRAIN POWER OF POSITIVE EMOTIONAL SUCCESS OF HONOR  YOURSELF
  7. NOTE CREATE YOURSELF WITH INTERESTS IN YOURSELF ASK
  8. FIND YOURSELF LOOK learning styles! DO YOU LIKE WHEN TALKING scribble a call ? DID YOU TALK TO QUICKLY? DO YOU PREFER TO HEAR SEE MAP OF EXPLANATION? VISUA
  9. FIND learning styles! DO YOU LIKE TO SPEAK THEIR OWN? DO YOU LOVE OR LECTURE SEMINAR THAN READING BOOKS ? DO YOU PREFER TO SPEAK OF WRITING ? Auditory
  10. FIND learning styles! DO YOU THINK WHEN YOU BETTER MOVE OR WALKING ? WHAT DRIVES YOU MANY MEMBERS OF THE BODY WHEN TALKING ? DO YOU FEEL HARD TO SIT STILL ? KINESTHETIC
  11. WATCH YOURSELF How to ABILITY your study? HOW LONG YOU NEED?
  12. PLEASE NOTE THAT THINK THE ENVIRONMENT PICK COMFORTABLE USE WITHOUT MUSIC MUSIC PULSE & BLOOD PRESSURE INCREASED. BRAIN WAVES MORE QUICKLY. Muscles into involuntary. MUSIC BY PULSE & BLOOD PRESSURE REDUCTION. BRAIN WAVES slowed. MUSCLE-RELAXED MUSCLE.
  13. YANG WHAT Approach YOU USE A MAP RECORDED FREEDOM Method Employing Brain THE WHOLE BRAIN TO FORMING IMPRESSIONS. BRAIN QT OFTEN REMEMBER THE INFORMATION IN SHAPE FIGURE, FORMS & VOTES. SO …. VERY EFFECTIVE Approach Mind MAP.
  14. EXAMPLES OF Thoughts MAP
  15. WHAT MORE DO D PLEASE NOTE BEFORE & AFTER brain gym LEARN. FIND OTHER LEARNING RESOURCES Bacara BOOKS OTHER NEWSPAPER MAGAZINE support D-GO TO LIBRARY
  16. REGULATORY GUIDELINES FOR EFFECTIVE LEARNING SCHEDULE WATCH YOUR TIME ! HOW DO YOU SPEND YOUR TIME ? WHEN you spend WASTED YOUR TIME WITH? WHEN YOU LEARN DNGN DAPT GOOD ?
  17. Research PLAN SCHEDULE EFFECTIVE Give enough time for sleeping, eating and entertainment activities. Prioritize tasks. Allow time for discussion or repeat material before class. Set the time to repeat the lesson material immediately after class. Remember that the most likely to be forgotten within 24 hours without review.
  18. EFFECTIVE LEARNING PLAN SCHEDULE Schedule 50 minutes for each examine session. Select a comfortable (no distraction) for the study. Plan also “deadline”. Schedule your examine time as possible in the morning / afternoon / evening. Schedule a weekly review learning materials. Be careful, not to be enslaved by their own schedule!
  19. Producing LEARNING EFFECTIVE PLAN answer the questions FOLLOWING BEFORE YOU PLAN. Do you like to read ?, Storytelling ?, Memorizing ?, You would prefer to learn a group or self-study ? Do you know a good record method ? You need a lot or a little time to learn ? Do you read sources other than textbooks ? Is your examine routines can help you succeed ?
  20. Making LEARNING EFFECTIVE PLAN What will you do now ? At the time of study, do you stop untukmeringkas ? Are you asking if you do not understand ? Did you do an evaluation ? Do you need to discuss with your friends ? Do you have to speed up or slow down ? Do you rely on one source ? Do you need to find another source ?
  21. Producing LEARNING EFFECTIVE PLAN Do you work right ? What can you do better ? Do you discipline yourself ?

Pursue Your Ability with College Government Scholarship

For somebody who is firm to to be present at college and demand relief for the financial problem, college government Scholarship is there to rally around. By attaining help from the Scholarship any individual is capable to obtain an education that looks all but hopeless to obtain owing to those monetary difficulty. There are several kinds of scholarships albeit a large amount presented preferences are the value-based and necessity-base Scholarship.
Read the rest of this entry »

lowongan kerja pekerjaan sambilan

Apa yang dimaksud dengan bodoh ?

Seorang Guru yang bijaksana tidak sepatutnya mengeluarkan perkataan “Dasar kamu anak yang bodoh ,sudah berkali-kali diajari tidak mengerti”. melihat kejadian seperti itu kita semua menjadi ikut prihatin. Pertama-tama perlu kita pahami bersama bahwa anak “bodoh” pada dasarnya ada dua macam yaitu
bodoh “semu” dan bodoh “sungguhan”.

Read the rest of this entry »

Bagaimana mengatasi anak yang malas

Sebagai orang tua kita harus jeli memperhatikan perkembangan anak kita,mengapa anak kita malas untuk belajar. Sudah menjadi kebiasaan anak-anak dikampung bila telah pulang dari Sekolah ia terus bermain dengan teman-temannya sekampung. Kadang-kadang pulangnya sampai sore.Lantas dimalam hari dirumah tidak mau belajar dengan berbagai alasan misalnya badan capek,tidak ada PR dan sebagainya.Jika sudah demikian maka tugas sebagai orang tua harus segera mengambil tindakan agar anak tidak terlarut dalam kemalasan.

Read the rest of this entry »

Mengajari anak berpikir kritis

Mengajari anak berpikir kritis perlu diberikan sejak dini,terkadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya secara tidak langsung apa yang kita lalukan di dalam keseharian merupakan cara bagaimana anak berpikir kritis. Berilah anak Anda semangat dengan menanyakan tentang apa yang didengar dan apa yang dia lihat.
Ajarlah dia untuk tidak selalu menerima apa adanya,doronglah dia untuk bertanya tentang materi yang dipelajarinya di sekolah. Jika gurunya tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaannya, temuilah beliau dan bicarakan hat tersebut.

Read the rest of this entry »

Tanda-tanda sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran

Negara kita “Indonesia dikenal memiliki karakter kuat sebelum zaman kemerdekaan, tatkala mencapai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, karakter masyarakat Indonesia tidak sekuat pada masa lalu, sangat rapuh. Pemimpin saat ini juga tidak menjaga pembangunan karakter dan budaya bangsa” Demikian antara lain pernyataan Prof. Dr. Yahya Muhaimin dalam Sarasehan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Thomas Lickona (1991) - seorang profesor pendidikan Karakter dari Cortland University -mengungkapkan bahwa “ada sepuluh tanda-tanda jaman yang harus diwaspadai karena jika tanda-tanda ini sudah ada, maka itu berarti bahwa sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran”. Tanda-tanda yang dimaksud adalah :
1 meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
2 penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk
3 pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan
4 meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas.
5 semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk,
6 menurunnya etos kerja,
7 semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8 rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
9 membudayanya ketidakjujuran, dan
10 adanya rasa saling curiga dan kebencian

Visi Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama

Dalam Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama Tim Pendidikan Krakter Kemendiknas (2010:9-10) menyatakan visi Depdiknas 2014 :
“Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif. Pemahaman insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas komprehensif yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis. (1) Cerdas spiritual :  beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul; berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan; bersemangat juang tinggi; mandiri; pantang menyerah; pembangun dan pembina jejaring; bersahabat dengan perubahan; inovatif dan menjadi agen perubahan; produktif; sadar mutu; berorientasi global; pembelajaran sepanjang hayat; dan menjadi rahmat bagi semesta alam; (2) Cerdas emosional dan sosial: beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya; beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang membina dan memupuk hubungan timbal balik; demokratis; empatik dan simpatik; menjunjung tinggi hak asasi manusia; ceria dan percaya diri; menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara;  (3) Cerdas intelektual: beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi; aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif dan imajinatif;  (4) Cerdas kinestetis: beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, berdayatahan, sigap, terampil, dan trengginas; serta aktualisasi insan adiraga….”

Pendidikan Karakter di Indonesia

Pendidikan karakter akhir-akhir ini semakin digalakkan di negeri Indonesia tercinta ini,entahlah apa sebenarnya tujuan utama dari pencetus istilah pendidikan karakter ini. Tapi yang jelas sesuai dengan undang-undang yaitu UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Hindari aksi corat-coret dan konvoi kendaraan

Pengumuman UN SMA/MA dan SMK tinggan 2 hari lagi, selepas pengumuman suatu tradisi dari tahun ke tahun yaitu aksi corat-coret dan konvoi kendaraan pasti tidak dapat dihindari. Dinas pendidikan harus segera mengantisipasi kira-kira cara yang tepat menyampaikan pengumuman tersebut dengan trik yang bagaimana. Misalnya pengumuman waktunya diundur sore hari otomatis waktu bagi mereka untuk meluapkan kegemberiaan punya waktu terbatas. Kemudian pihak-pihak terkait harus secara tegas melarang siswa SMA/SMK melakukan aksi konvoi dan corat-coret baju seragam, saat pengumuman kelulusan. Selain membahayakan diri sendiri, tradisi para pelajar dalam merayakan kelulusan ini dinilai mengganggu lalu lintas dan membahayakan orang lain.

Kelulusan dapat dilakukan siswa dengan kegiatan yang lebih positif seperti doa bersama di sekolah atau di rumah. Diharapkan, hal itu bisa menjadi budaya, sehingga perayaan kelulusan tidak terkesan hura-hura. Selain melarang siswa konvoi, juga melarang siswa corat-coret baju seragam. Menurut dia, baju seragam yang sudah tidak dipakai, dapat diberikan pada adik kelas yang membutuhkan.

Menyambut Pengumuman UN 2012

Tinggal beberapa hari lagi tepatnya tanggal 26 Mei 2012 hasil belajar siswa SMA/MA dan SMK dalam Ujian Nasional akan segera di umumkan. Kegelisahan terjadi bukan hanya dari kalangan siswa yang mengikuti ujian nasional saja, tapi kegelisahan juga dialami oleh Guru,Kepala Sekolah dan juga pihak orangtua murid. Mengapa hal itu terjadi karena jika anak mereka nanti gagal atau tidak lulus walaupun penentu kelulusan oleh sekolah masing-masing.

Setiap saat banyak dari mereka yang berdo’a siang dan malam, namun tidak sedikit juga yang cuek alias masa bodoh karena mereka yakin pasti lulus. Keyakinan mereka bisa lulus karena adanya bantuan nilai yang berasal dari nilai ujian sekolah. Yang mana hasil nilai gabungan dengan 60% nilai UN dan 40% nilai US itu pasti bisa. Di sisi lain sekolah-sekolah pinggiran merasa was-was karena tidak semua siswa mampu menjawab soal-soal ujian nasional yang mereka anggap sulit.