Dampak Penambahan Jam Pelajaran Kurikulum 2013

Dampak Penambahan Jam Pelajaran Kurikulum 2013 seperti yang termuat pada Draft Kurikulum 2013 yang sudah diunduh masyarakat dan sudah dipelajari ternyata banyak menimbulkan kebingungan. Psikolog Universitas Sriwijaya Budiman menuturkan,dia sedikit tidak sepaham mengenai kebijakan penambahan jam pelajaran yang akan diberlakukan pemerintah di tahun depan.

Idealnya, anak-anak mulai dari tingkatan SD menggunakan sistem belajar dan bermain. “Apabila rencana penambahan jam pelajaran untuk siswa SD dan SMP benar-benar diwujudkan tahun depan, pastinya akan berdampak negatif. Karena tidak bisa anak yang masih usia dini dipaksa belajar secara full, apalagi ditambah jam pelajarannya.

Efek negatifnya anak-anak akan menjadi nakal karena terlalu jenuh belajar dan belajar. Bahkan, bukan tidak mungkin kenakalan remaja akan terus bertambah,” paparnya. kebijakan penambahan jam belajar ini sedang dalam tahap uji publik guna meminta masukan dari stakeholder agar rencana ini bisa diimplementasikan dengan benar. “Inilah gunanya uji publik dan nantinya diadakan kajian.

Berangkat dari rasional inilah, nantinya pemerintah memberikan keputusan untuk melihat dampak dan usia produktif dari kebijakan ini,” katanya. Disinggung soal dampak dari penambahan jam pelajaran ini, belum bisa memastikan,apalagi kebijakan ini belum bersifat mutlak.Nantinya kebijakan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk teknisnya, dipastikan ada informasi lebih lanjut.

“Intinya, kita perlu mengikuti perubahan yang terjadi dalam tatanan kehidupan, kemajuan teknologi, dan kita harus menyesuaikannya.Uji publik ini dibaca dulu oleh masyarakat, dan pasti nanti ada sosialisasi lagi,”urainya.

One Response to “Dampak Penambahan Jam Pelajaran Kurikulum 2013”

  1. pernyataan bapak budiman tentang penambahan jam pel pada kurikulum 2013 kontradiksi. sementara bapak mengemukakan bahwa idealnya anak usia dini belajar dan (mungkin sambil) bermain, bapak tidak setuju jika jam pel ditambah. kalau jam pel itu juga merupakan jam pel yg juga merupakan “belajar sambil bermain” bagaimana pak? bukankah anak usia dini juga akan lebih menikmati jam pel yang lebih panjang/banyak?

Leave a Reply