Hasil UN 2010-300 Nilai UN Janggal
SAMARINDA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim menemukan kejanggalan pada hasil Ujian Nasional (UN) siswa SMA/MA/SMK se-Kaltim. Tak tanggung-tanggung, nilai yang dirasa ada “keanehan” itu terjadi pada lebih 300 siswa. Sayangnya, Disdik belum bisa memberikan rekapitulasinya, apakah paling banyak terjadi pada siswa SMA, MA, atau SMK. Juga belum diketahui kejanggalan
Kepala Disdik Kaltim Musyahrin menyebutkan, kejanggalan terlihat dari adanya ratusan siswa yang mendapat nilai tinggi di hampir semua mata pelajaran, tapi ada satu yang sangat jeblok. Dia mencontohkan pada salahsatu nomor ujian peserta. Siswa itu, kata dia, mendapat nilai rata-rata 8, tapi ada satu nilai yang 2,25. “Nah, yang ini kenapa? Ini kan janggal, apakah memang benar begitu, atau ada kekeliruan saat penilaiannya,” katanya.
Karena itulah, pihaknya akan mempertanyakan hal ini kepada panitia pusat. Karena, yang melakukan skoring adalah pusat. Tahun lalu, pihaknya juga pernah menemukan kejanggalan dalam hasil nilai UN. Yakni, ada belasan siswa unggulan di Balikpapan yang nilainya nol semua.
Ketua Panitia UN Kaltim Abdul Wahab Syahrani mengatakan, 300 lebih siswa yang nilainya janggal itu termasuk dalam 11.239 siswa yang tak lulus UN tahun ini, dan harus mengulang pada 14 Mei mendatang. Karena itu, pihaknya harus mencari tahu tentang masalah itu kepada panitia pusat, sehingga tak ada pihak yang dirugikan.
“Kalau memang setelah kita cek ternyata nilainya memang benar segitu ya tidak apa-apa, tapi kalau ada kekeliruan ini yang ingin kita ketahui. Sekarang ini (kemarin, Red.) kami sudah mencoba menghubungi panitia yang ada di pusat,” lanjutnya, kemarin.
Diketahui, hari ini Disdik di tiap kota/kabupaten akan mengumumkan hasil UN para siswa. Sebelumnya, Disdik Kaltim sudah menyebutkan, sebanyak 11.239 siswa SMA sederajat tak lulus dalam UN yang dihelat pada Maret lalu itu. Ribuan siswa itu pun harus mengikuti ujian ulangan pada Mei mendatang. Tahun ini, peserta UN di 14 kabupetan/kota ada 37.225 siswa. Dari data sementara kelulusan UN yang dirilis Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, siswa yang paling banyak tak lulus adalah SMA/MA jurusan IPS.
Disdik mengakui, tahun ini ada penurunan angka ketidaklulusan siswa jika dibandingkan tahun lalu yang lebih 90 persen. Tahun ini persentase ketidaklulusan mencapai 30,53 persen. Tapi, katanya, ini adalah realita yang berlaku seluruh Indonesia. Yakni, setelah adanya pemberlakuan ujian ulangan tahun ini dan dimajukanya pelaksanaan UN satu bulan. (far) - http://www.kaltimpost.co.id