Pengumuman UN 2010-Siswa SMAN I Muara Bengkal Tak Lulus Semua

Selasa, 27 April 2010-http://www.kaltimpost.co.id

SANGATTA– Persentase kelulusan siswa setingkat SLTA di Kutai Timur (Kutim) pada tahun ini turun drastis tinggal 55,08 persen. Penyebabnya adalah ada sejumlah sekolah yang tidak bisa meluluskan siswanya 100 persen. Meskipun, ada juga sekolah yang bisa meluluskan siswanya 100 persen. Dari 2.005 siswa SLTA yang terdaftar, hanya 1.975 yang mengikuti ujian.

Kemudian, yang dinyatakan lulus pada tahapan kali ini mencapai 1.088 siswa. Sebanyak 887 siswa akan mengikuti ujian ulang. “Memang ada sekolah yang siswanya tidak lulus 100 persen,” aku Kepala Dinas Pendidikan Kutim Iman Hidayat kepada Kaltim Post. Jebloknya kelulusan kali ini dikarenakan banyak siswa yang hancur nilai mata pelajaran matematika dan Bahasa Inggris.

Siswa yang tidak bisa meluluskan siswanya 100 persen itu adalah SMAN I Muara Bengkal. Jurusan IPA dengan 30 siswa tidak lulus semuanya. Pun dengan jurusan IPA yang tak bisa meluluskan 84 siswanya. Sementara, ada sekolah yang tidak bisa meluluskan siswa untuk jurusan IPS saja.

SMAN I Muara Wahau tidak bisa meluluskan 44 siswa jurusan IPS. Sementara 52 siswa jurusan IPS SMAN I Sangkulirang tidak lulus. “Untuk SMAN 1 Sangatta Utar, SMAN 1 Muara Ancalong, SMAN 1 Bengalon dan SMAN 1 Kaubun lulus 100 persen,” kata Iman. Turunnya persentase kelulusan langsung disikapi. Langkah pertama adalah menyiapkan strategi menghadapi ujang ulang pada 10 Mei mendatang.

Strategi itu dengan memberikan pencerahan kepasa kepala sekolah yang siswanya tidak lulus semua. Selain itu, akan ada pergeseran guru dari sekolah yang bisa meluluskan 100 persen ke sekolah yang tidak bisa meluluskan 100 persen. “Guru dari SMAN 1 Muara Ancalong akan ke Muara Bengkal. Sampai menjelang ujian ulang, guru itu akan memberikan materi ke siswa untuk menghadapi ujian ulang,” kata Iman.

Jika dikirimkan guru dari Sangatta, biaya terlalu besar. Terhadap sekolah yang tidak bisa meluluskan siswanya 100 persen, akan dilakukan evaluasi terhadap kepala sekolah dan guru mata pelajaran yang nilainya jatuh. “Kalau diberi sanksi, itu karena ada pelanggaran. Ini namanya bukan sanksi, tapi evaluasi,” katanya. Penempatan guru yang tidak merata juga akan disikapi.(dea) (

Leave a Reply