Pendidikan Rantau Pulung Terhambat Hujan dan Listrik
Laporan wartawan KOMPAS Agustinus Handoko
SENGATTA, KOMPAS.com - Pendidikan anak-anak Sekolah Dasar Negeri 001 Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur sangat tergantung oleh musim, khususnya musim hujan. Sejumlah anak sering tidak masuk sekolah ketika musim hujan.
Anak-anak tidak masuk sekolah, karena jalan yang harus dilalui anak-anak itu berkubang lumpur. Guru kelas VI SDN 001 Rantau Makmur, Mahdi, Jumat (15/1/2010) mengatakan, ketika musim hujan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
“Memang, tidak banyak yang tidak masuk ketika musim hujan, tetapi satu atau dua murid sering tidak masuk ketika musim hujan karena jalan sulit dilalui, padahal jarak rumah dengan sekolah agak jauh,” kata Mahdi.
Anggota komite sekolah dan Badan Perwakilan Desa Rantau Makmur Karde Kartim mengatakan, selain terpengaruh jalan ketika musim hujan, pendidikan di Rantau Makmur dan secara umum di Rantau Pulung sering terganggu oleh ketersediaan listrik.
“Listrik di sini hanya menyala malam hari. Namun, kadang-kadang ketika jam belajar malam, listrik tidak menyala dan baru menyala jam 12 malam,” kata Karde.