Pelaksanaan Ujian Nasional 2010 dengan sistem Exchange Place
Pelaksanaan Ujian Naisonal Tahun ini, tahun 2010 berbeda dengan pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya, pelaksanan UN 2010 menggunakan metode exchange place yang hampir sama dengan proses SNMPTN. Yakni para siswa sebuah sekolah akan melaksanakan UN di tempat/sekolah berbeda, yang mana akan bercampur dengan siswa-siswa dari sekolah lain dalam satu kecamatan/kabupaten. Artinya, setiap peserta akan melaksanakan UN dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan dan/atau kabupaten/kota. (Pasal 14 Permendiknas 75 tahun 2009). Sistem ini diyakin dapat mengurangi tingkat kecurangan UN yang dilakukan oleh pihak sekolah, diknas dan murid yang selama ini masih terus terjadi.
Lalu apakah metode exchange place ini sudah diperhitungkan dengan jeli dari segi waktu dan biaya ya ? Mungkin jika di Jawa letak geografis yang mudah diakses tidaklah terlalu terkendala,tapi bagaimana jika hal itu diterapkan untuk Indonesia bagian Tengah dan Timur ya. Saya ambil contoh wilayah Kalimantan Timur saja,Di Kalimantan Timur terdiri dari 14 Kabupaten/Kota yang mana letak geografis yang mudah diakses hanya Kota Samarinda,Balikpapan, Bontang dan Tarakan. Dari 4 Kota ini memungkinkan karena di Kota Kecamatan terdiri dari beberapa sekolah yang jaraknya tidak terlalu Jauh. Adapun 10 Kabupaten yang lain itu kelihatannya sulit untuk diterapkan, misalkan untuk wilayah yang tidak terlalu berada dipedalaman,kita ambil contoh wilayah yang sedang dalam arti mudah dijangkau menurut kami orang pelosok bukan orang Kota Jakarta. Misal di Kutai Barat dan Kutai Kartanegaran untuk menempuh antar sekolah 1 dengan yang lain baru bisa ditempuh 2-5 jam dengan kendaraan air yang berupa perahu motor ,yang mana perahu motor hanya bisa ditumpangi 6 anak. Itupun jika kondisi sungai sedang pasang,jika surut tidak ada perahu yang bisa jalan. Dan yang perlu di ingat biaya yang dikeluarkan akan sangat besar,puluhan ribu hingga ratusan ribu,tentunya hal ini akan sangat memberatkan orangtua. Diatas tadi hanyalah sebagian contoh kecil saja,karena ada yang lebih sulit ditempuh lokasinya, mengingat Pendidikan bukanlah hanya milik orang kota dan orang besar,justru orang kecil yang seharusnya dipermudah urusannya.
Mudahan ada solusi yang berpihak pada RAKYAT KECIL