Pengumuman UN 2010-SMA Aman, SMK Berantakan
Selasa, 27 April 2010,http://www.kaltimpost.co.id
BALIKPAPAN–Hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK serentak diumumkan kemarin (26/4). Sebagian besar siswa SMA bisa mengelus dada lantaran dari 3.346 peserta hanya 190 orang yang gagal. Sementara ribuan siswa SMK berluluran air mata, karena dari 3.312 siswa, 1.123 di antaranya gagal.
SMK Kartika V-1 menjadi sekolah yang paling banyak menyumbang siswa yang harus mengulang UN. Tercatat, dari 258 peserta UN, 166 atau 64,34 persen gagal. Sementara SMK Nusantara menjadi SMK yang paling sedikit menghasilkan siswa yang gagal UN dengan 2 orang.
Kecuali SMKN 1, rata-rata peserta UN di SMK negeri Balikpapan banyak gagal. Sementara jika dilihat dari persentase, SMK IT Al Aqsha menjadi pemegang rekor dengan membuat seluruh pesertanya mengulang UN. Tapi bisa dimaklumi, karena hanya 8 peserta di sekolah itu.
Masih dari data Disdik, kelulusan siswa di SMKN 5 juga memprihatinkan. Betapa tidak, 70 persen siswa sekolah itu harus mengulang 10 Mei nanti. Dari 190 siswa sekolah di Lamaru, Balikpapan Timur ini, 133 di antaranya mengulang. Artinya, hanya 57 siswa yang lulus dari sekolah pelayaran tersebut.
Seperti merata, siswa yang mengulang di SMK 2, SMK 3, dan SMK 4 juga di atas 20 persen. Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sardjono, kendala siswa SMK yakni adanya mata ujian baru yaitu teori kejuruan. “Jika tahun lalu, hanya praktik saja, kali ini banyak yang gagal di situ,” terangnya.
Khusus SMKN 2 yang berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) tetapi mampu membuat 103 siswanya mengulang, Sardjono menyebutkan, SMK di Jl Gunung Samarinda III (Strat III) itu baru tahun ini ditetapkan sebagai RSBI. “Ini terjadi di seluruh Indonesia,” katanya.
Ditemui terpisah, Kepala SMKN 2 Siti Sahari Bunga menyebutkan kendala serupa. “Kemungkinan besar anak-anak menebak-nebak jawabannya,” kata dia. Senada, Kepala SMK Kartika V-1 Agus Harjito menyebut, sekolahnya sudah berusaha semaksimal mungkin. “Bagaimanapun, tetap kembali kepada siswa.
Untuk mata ujian lain, relatif saja,” ujarnya, ditemui harian ini, kemarin. Jika hujan air mata merata di hampir seluruh SMK, tidak demikian dengan SMA. Mayoritas siswa SMA tidak mengulang UN.
Kendati begitu, SMAN 9 menoreh prestasi kurang membahagiakan. Pasalnya, lebih setengah dari siswa sekolah yang masih menumpang di SMPN 17, Jl Soekarno Hatta, Km 16 ini gagal UN utama.(fel/tom)
